Hidup adalah terminal, tulis Kenanga–tokoh penari perempuan yang garis hidupnya diceritakan di novel Kulit Kera Piduka–dalam buku hariannya. Terminal dalam suatu perjalanan paling tidak memiliki fungsi sebagai titik pemberangkatan, pemberhentian sementara, dan tujuan akhir. Dhianita Kusuma Pertiwi membaca berbagai terminal dalam novel debut Putu Juli Sastrawan.

Dua puluh empat kontributor Selepas Napas menceritakan bagaimana keajaiban dimunculkan di panggung. Papermoon Puppet Theatre membuktikan bahwa bahasa boneka adalah bahasa yang universal.

Di tengah pandemi COVID-19, Dhianita Kusuma Pertiwi mengimajinasikan pandemi 100 tahun dari sekarang. Para perempuan "buruh afektif" hadir sebagai sosok dominan. Bagaimana kecanggihan teknologi di masa depan "mengalahkan" pandemi?

Buku diverse sebagai bentuk penyuaraan kelompok marjinal sedang dikampanyekan beberapa tahun terakhir. Seberapa penting membaca buku diverse dan bagaimana perkembangannya terutama di Indonesia? Simak panduan seputar buku diverse berikut.

Madiun dalam Kemelut Sejarah: Priyayi dan Petani di Keresidenan Madiun Abad XIX merupakan karya puncak sejarawan Onghokham. Berangkat dari disertasinya, buku ini menyuguhkan ide-ide menarik Onghokham mengenai pembentukan masyarakat Indonesia hari ini yang didasarkan pada relasi priayi-petani tempo dulu.

Dua belas esai dalam Kaki Kata mengisahkan perihal Nirwan Dewanto dan sastra. Dari pengenalannya akan sastra, pengalamannya membaca karya-karya sastra dunia, dan kritiknya terhadap perkembangan sastra Indonesia mutakhir.

Surga Kemelut Pelukis Hendra: Dari Pengantin Revolusi Sampai Terali Besi merangkum ketokohan pelukis Hendra Gunawan. Hendra adalah salah satu dari tiga seniman Indonesia modern terpenting, bersama Sudjojono dan Affandi.

Cerpen-cerpen Amanatia Junda dalam Waktu untuk Tidak Menikah menunjukkan persentuhan langsungnya dengan pahitnya mencari keadilan di hadapan timpangnya relasi kuasa.

Awal September lalu, pengarang novel remaja Becky Albertalli mengungkap identitas seksualnya dalam sebuah tulisan panjang di Medium. Perlukah ia melakukannya atas desakan pembacanya padahal ia seorang cishet?

Agatha Christie selalu diasosiasikan dengan karya bergenre detektif. Hercule Poirot tidak kalah masyhur dari Sherlock Holmes. Namun, para tokoh ciptaannya terjebak stereotip. Simak ulasannya.