Sejauh apa pemikiran Engels memberikan momen refleksi yang penting terkait landasan pemikiran Marxisme? Apa yang dimaksud ketat pada metode ilmiah dan berlaku kritis? Devananta Rafiq mengulas buku yang merangkum ulasan para penulis Indonesia mengenai pemikiran dan kritik Friedrich Engels.

Dalam sejarah industri perbukuan negeri ini, jenis buku "movie tie-in" sempat memenuhi rak buku era 1970-1980-an. Tjitra (1950) adalah buku movie tie-in pertama di Indonesia yang diterbitkan Penerbit Gapura, diangkat dari film Usmar Ismail.

Entri dalam buku puisi biografis Afrizal Malna teranyar, Prometheus Pinball, telah ia kumpulkan sejak 2012. Ia menghimpun ingatannya tentang "apa yang pernah jadi bagian penting dalam hidupnya". Termasuk pertemuannya dengan sastra & seni, serta pergantian rezim pemerintah.

Hidup adalah terminal, tulis Kenanga–tokoh penari perempuan yang garis hidupnya diceritakan di novel Kulit Kera Piduka–dalam buku hariannya. Terminal dalam suatu perjalanan paling tidak memiliki fungsi sebagai titik pemberangkatan, pemberhentian sementara, dan tujuan akhir. Dhianita Kusuma Pertiwi membaca berbagai terminal dalam novel debut Putu Juli Sastrawan.

Dua puluh empat kontributor Selepas Napas menceritakan bagaimana keajaiban dimunculkan di panggung. Papermoon Puppet Theatre membuktikan bahwa bahasa boneka adalah bahasa yang universal.

Redaksi Jurnal Ruang mengundang 8 toko buku independen untuk merekomendasikan 5 buku favorit mereka di tahun 2020. Bagi mereka, tidak jadi soal apakah buku itu terbitan terkini, karena buku yang baik tentu datang pada momen yang baik bagi pembacanya.

El Filibusterismo tergolong inovasi baru. Novel-novel Jose Rizal, pengarangnya, bukan hanya punya arti penting dalam memahami arah gerak revolusi kemerdekaan Filipina, melainkan juga dinamika kesastraan Filipina. Novelnya menjadi cetak biru yang mengilhami generasi penerus selanjutnya dan tokoh-tokohnya menjadi tokoh pola dasar gambaran radikal sastra Filipina.

Di tengah pandemi COVID-19, Dhianita Kusuma Pertiwi mengimajinasikan pandemi 100 tahun dari sekarang. Para perempuan "buruh afektif" hadir sebagai sosok dominan. Bagaimana kecanggihan teknologi di masa depan "mengalahkan" pandemi?

Pada 22-25 Desember 1928, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia nasional pertama di Yogyakarta. Tanggal penyelenggaraan kongres, 22 Desember, di kemudian hari dipolitisasi menjadi Hari Ibu. Prakarsa para ibu guru Tamansiswa ini melampaui zamannya, menggugat status quo, demi pendidikan anak perempuan, dan demi bangsanya.

Kelebihan dan pesona gagasan buku B. Herry Priyono dalam pembahasannya mengenai korupsi tampak pada rincian semesta pendekatan kontemporer yang dipergunakannya. Dari wilayah filsafat moral ke ilmu sosial dengan pendekatan ekonomi, tata kelola, antropologi, kriminologi, hingga Marxisme.