Telah dua tahun berlalu, pengalaman Pradewi sebagai wakil dari Penerbit Marjin Kiri untuk hadir di perhelatan akbar Sharjah International Book Fair ini mengupas persoalan di dunia buku dan bagaimana buku-buku berbahasa Arab dari wilayah jazirah Arab dapat lebih kita jangkau.

Selama menekuni dunia menulis, Avianti Armand merasa puisi adalah bahasa paling jujur sebab secara personal mampu menyuarakan pikirannya. Ia bercerita tentang buku termutakhirnya, Museum Masa Kecil, dan proses kreatifnya menulis berbagai antologi puisinya yang mengganjar banyak penghargaan prestisius.

Fitur playlist yang disediakan oleh media streaming memudahkan pendengar untuk mencari referensi baru. Namun, apakah fitur tersebut menguntungkan bagi para musisi? Melalui esai ini, Argia Adhidhanendra mengulik apa yang terjadi di balik industri streaming.

Di SEKILAS edisi kedua, Tomo dan Yudhis kembali memberikan rekomendasi musik mantap versi mereka yang rilis di bulan Oktober. Kali ini juga dihadiri bintang tamu, Manan Rasudi, yang turut serta meramaikan musik pilihannya.

Banyak istilah jenaka diciptakan para pencinta buku untuk mereka yang hobi menumpuk buku: dari pengepul hingga tsundoku. Ambeth Ocampo, sejarawan Filipina, menceritakan pengalamannya "berhadapan" dengan buku-buku kesayangannya dan keterbatasan ruang penyimpanan.

Buku diverse sebagai bentuk penyuaraan kelompok marjinal sedang dikampanyekan beberapa tahun terakhir. Seberapa penting membaca buku diverse dan bagaimana perkembangannya terutama di Indonesia? Simak panduan seputar buku diverse berikut.

Gentayangan adalah kisah perjalanan perempuan kosmopolit dengan banyak kemungkinan rute dan kejadian bercampur horor, mitologi, serta berbagai penafsiran baru kisah-kisah petualangan masa kecil. Menggunakan teknik penulisan "pilih sendiri kisahmu", Intan Paramaditha mengajukan pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang hidup kosmopolit di kala batas-batas wilayah semakin kabur.

Madiun dalam Kemelut Sejarah: Priyayi dan Petani di Keresidenan Madiun Abad XIX merupakan karya puncak sejarawan Onghokham. Berangkat dari disertasinya, buku ini menyuguhkan ide-ide menarik Onghokham mengenai pembentukan masyarakat Indonesia hari ini yang didasarkan pada relasi priayi-petani tempo dulu.

Dua belas esai dalam Kaki Kata mengisahkan perihal Nirwan Dewanto dan sastra. Dari pengenalannya akan sastra, pengalamannya membaca karya-karya sastra dunia, dan kritiknya terhadap perkembangan sastra Indonesia mutakhir.

Surga Kemelut Pelukis Hendra: Dari Pengantin Revolusi Sampai Terali Besi merangkum ketokohan pelukis Hendra Gunawan. Hendra adalah salah satu dari tiga seniman Indonesia modern terpenting, bersama Sudjojono dan Affandi.