Baca tema bulan ini:

Ghede Chokra's; Ekspresi Terasingkan

oleh Dylan Amirio

01 Oktober 2016 Durasi: < 1 Menit
Ghede Chokra's; Ekspresi Terasingkan

AWAL era 1970-an adalah suatu periode ketika gaya bermusik progressive rock mengambil alih radio dan audiens di arus utama Inggris dan Eropa. Pada konteks lain, masa-masa ini adalahjuga merupakan masa peralihan dari era 1960an yang diwarnai oleh berbagai peristiwa seperti pergerakan British Invasion dari Inggris, Civil Rights Movement di Amerika Serikat, dan peristiwa G30S di Indonesia. Musik-musik yang hadir pada masa ini datang dari band-band seperti Genesis, Yes, Guru Guru, dan Pink Floyd. Grup-grup musik tersebut berdendang di kamar-kamar anak muda—seakan menggantikan The Beatles and The Rolling Stones yang sangat populer pada masa sebelumnya. Subject matter yang di jelajahi oleh musisi-musisi progressive rock terbilang luas. Dari tema politik, filosofi, spiritual bahkan sampai fantasi pun mereka jajal. Tentunya tren kultural ini menyisip ke anak muda Indonesia.

Diprakarsai oleh Benny Soebardja, Shark Move terbentuk di awal era 1970an. Melalui band barunya, Benny Soebardja menuangkan seluruh hasrat eksperimentasi dan eksplorasi berkarya—lebih dari yang ia lakukan bersama Giant Step (band utama beliau). Pada 1973, hasil rasa ingin tahu dan keberaniannya ini melahirkan salah satu album Indonesia terbaik sepanjang masa, yaitu Ghede Chokra's. Perlu diingat juga bahwa mereka merilis album ini melalui label mereka sendiri—suatu hal yang sangat jarang pada jamannya—Shark Move Records. Malah, menurut beberapa sumber, album ini juga album indie lokal yang pertama di Indonesia.

Dari tujuh lagu yang ada di dalam Ghede Chokra's, “Evil War” mungkin bisa dibilang yang paling menonjol. Dinamika antara syairnya yang menggambarkan pembunuhan secara biadab dan iringan melodi yang tetap bisa membuat orang berdansa adalah suatu kontras emosional dan intelektual yang menjadi keunikan lagu ini. Menurut ulasan dari Taufiq Rahman—seorang kritikus musik yang terkenal tajam—teriakan-teriakan “People run! My people run!” adalah suatu metafor genosida penganut ajaran komunisme yang dilakukan oleh pemerintah dan militer Indonesia di tahun 1965. Keputusan Shark Move untuk menulis dan menyanyikan "Evil War" menggunakan Bahasa Inggris bisa dibilang sebagai salah satu upaya untuk memasukkan kacamata dunia ke keadaan rakyat dan algojo bayaran yang sangat terpengaruh oleh propaganda anti-komunis yang merajarela pada saat itu.


KEDAHSYATAN Ghede Chokra's tidak hanya dikenal di ranah musik tanah air. Beberapa tahun lalu, ada gagasan dari record label asal Los Angeles, Amerika Serikat bernama Now-Again Records untuk memuat kompilasi musik Indonesia diantara tahun 1970 dan 1978 yang berungsur progressive dan psychedelic. Ide ini akhirnya terwujudkan dalam bentuk CD dan piringan hitam kompilasi yang berjudul Those Shocking Shaking Days pada 8 Maret 2011. Bersama karya ikonik lainnya dari band-band seperti Panbers, The Gang of Harry Roesli, Rollies, dan AKA, "Evil War" masuk di dalam kompilasi ini.

Label Now-Again sendiri berada di bawah naungan label hiphop ternama Stones Throw. Oleh karena kepopuleran dan peran Stones Throw di ranah musik internasional, kompilasi ini menemukan audiens yang luas dan beragam. Lagu "Evil War" pun digunakan produser Madlib dan Karriem Riggins—keduanya terafiliasi dengan Stones Throw—sebagai sample pondasi beat yang mengiringi rapper Freddie Gibbs di lagunya yang berjudul “City” pada tahun 2013. Secara otomatis, kesadaran publik—lokal dan internasional—terhadap karya Indonesia pun membentang. 

Hembusan nafas baru seakan terhirup saat piringin hitam Ghede Chokra's dirilis kembali pada tahun 2014 oleh Rockpod Records—label spesialis reissue asal Singapura. Seandainya ini tidak terjadi, mungkin banyak sekali generasi muda sekarang yang tidak akan pernah sadar akan kehebatan karya Benny Soebardja dan rekan-rekannya yang monumental ini. Kualitas audio yang dipugar melalui tape orisinal dari session rekaman aslinya juga benar-benar mengembalikan kejayaan performance Shark Move di album ini. 

Di tengah keadaan sosial Indonesia saat itu, ekspresi yang secara terang-terangan berbeda, bahkan berlawanan, menjadi suatu hal yang di bendung oleh, tak hanya pemerintah, tapi juga sebagian besar masyarakat. Tak ayal, Ghede Chokra's bagaikan suara kaum pemuda yang diasingkan oleh masyarakatnya sendiri. Suatu suara yang melawan dan mengajak para pendengarnya untuk memperjuangkan kebebasan dan hak beropini. Kalau dilihat dari beberapa segi, narasi ini masih relevan—dan diperlukan sekarang—karena kebebasan berkarya masih merupakan sesuatu tantangan yang dihadapi oleh banyak anak bangsa.


SAYANGNYA, kesadaran terhadap wacana alternatif dari karya-karya bangsa sendiri, bisa dibilang belum cukup kuat pada era globalisasi. Walaupun, pada saat bersamaan, itu pula yang memungkinkan pihak dari negara lain peka terhadap kesenian di negara kita. Pada kasus Ghede Chokra's, mungkin terdengar ironis, tapi begitulah kenyataannya. Kalau bukan karena ketertarikan dan inisiatif orang-orang luar negeri, mungkin karya-karya signifikan Indonesia akan terkubur lebih dalam lagi.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mulai menjaga artefak-artefak kebudayaan negeri ini—yang mana musik-musik progressive rock adalah salah satu bagiannya. Begitu juga halnya, banyak yang bisa dilakukan untuk melanjutkan pandangan-pandangan kritis melalui musik. Kejelian dalam melihat isu sosial, keterbukaan untuk berbagai bentuk diskusi, serta evaluasi tentang peran karya Indonesia dalam lingkup global, kiranya bisa memantik hal tersebut. Kecenderungan kreativitas komersil mengangkat hal-hal yang dangkal dan membuahkan karya yang bersifat sementara mesti diminimalisir. Sebagaimana prestasi Ghede Chokra's di mata penggemar musik, efek sebuah karya yang jujur, tulus dan bebas bisa melampaui waktu. Walaupun karya seni itu ada 'masa berlaku'-nya di masyarakat, bukan tentu kisah yang terdapat di dalamnya mesti turut pudar.
 


Judul: Ghede Chokra's
Artis: Shark Move
Label: Rockpod Records
Rilis: April, 2014

Daftar Referensi

Rekti. 2014. Shark Move Ghede Chokra's Reissue 2014. Diakses dari https://rockpodrecords.wordpress.com/2014/11/05/sharkmove-ghede-chokras-reissue-2014/

Rahman, Taufiq. 2011. Album Pencerahan Indie Ghede Chokra dari Shark Move. Diakses dari https://www.jakartabeat.net/resensi/konten/album-pencerahan-indie-ghede-chokra-dari-shark-move?lang=id

Putra Agam, Gembira. 2014. Reuni Sharkmove Di Tahun 2014. Diakses dari https://wastedrockers.wordpress.com/2014/10/24/reuni-sharkmove-pada-tahun-2014/