El Filibusterismo tergolong inovasi baru. Novel-novel Jose Rizal, pengarangnya, bukan hanya punya arti penting dalam memahami arah gerak revolusi kemerdekaan Filipina, melainkan juga dinamika kesastraan Filipina. Novelnya menjadi cetak biru yang mengilhami generasi penerus selanjutnya dan tokoh-tokohnya menjadi tokoh pola dasar gambaran radikal sastra Filipina.

Fitur playlist yang disediakan oleh media streaming memudahkan pendengar untuk mencari referensi baru. Namun, apakah fitur tersebut menguntungkan bagi para musisi? Melalui esai ini, Argia Adhidhanendra mengulik apa yang terjadi di balik industri streaming.

Banyak istilah jenaka diciptakan para pencinta buku untuk mereka yang hobi menumpuk buku: dari pengepul hingga tsundoku. Ambeth Ocampo, sejarawan Filipina, menceritakan pengalamannya "berhadapan" dengan buku-buku kesayangannya dan keterbatasan ruang penyimpanan.

Buku diverse sebagai bentuk penyuaraan kelompok marjinal sedang dikampanyekan beberapa tahun terakhir. Seberapa penting membaca buku diverse dan bagaimana perkembangannya terutama di Indonesia? Simak panduan seputar buku diverse berikut.

Surga Kemelut Pelukis Hendra: Dari Pengantin Revolusi Sampai Terali Besi merangkum ketokohan pelukis Hendra Gunawan. Hendra adalah salah satu dari tiga seniman Indonesia modern terpenting, bersama Sudjojono dan Affandi.

Enola Holmes, seri novel Nancy Springer yang dilayarkacakan oleh Netflix, tidak sendirian di tengah lautan cerita Sherlock Holmes. Begitu banyak karya dituliskan di luar "semesta Sherlock Holmes" versi Sir Arthur Conan Doyle selama 130 tahun sejak kisah Sherlock Holmes kali pertama terbit.

Awal September lalu, pengarang novel remaja Becky Albertalli mengungkap identitas seksualnya dalam sebuah tulisan panjang di Medium. Perlukah ia melakukannya atas desakan pembacanya padahal ia seorang cishet?

Agatha Christie selalu diasosiasikan dengan karya bergenre detektif. Hercule Poirot tidak kalah masyhur dari Sherlock Holmes. Namun, para tokoh ciptaannya terjebak stereotip. Simak ulasannya.

Kritik terhadap praktik kanonisasi karya dan penulis semakin sering muncul di kalangan akademis maupun pelaku dunia sastra Indonesia. Martin Suryajaya dan buku terbarunya bertajuk 3T berupaya melakukan hal serupa. Apakah eksperimennya ini berhasil?

Jika sebuah film menampilkan realitas, apakah berarti film itu adalah sebuah kenyataan yang mutlak?