Pada 22-25 Desember 1928, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia nasional pertama di Yogyakarta. Tanggal penyelenggaraan kongres, 22 Desember, di kemudian hari dipolitisasi menjadi Hari Ibu. Prakarsa para ibu guru Tamansiswa ini melampaui zamannya, menggugat status quo, demi pendidikan anak perempuan, dan demi bangsanya.