Hidup adalah terminal, tulis Kenanga–tokoh penari perempuan yang garis hidupnya diceritakan di novel Kulit Kera Piduka–dalam buku hariannya. Terminal dalam suatu perjalanan paling tidak memiliki fungsi sebagai titik pemberangkatan, pemberhentian sementara, dan tujuan akhir. Dhianita Kusuma Pertiwi membaca berbagai terminal dalam novel debut Putu Juli Sastrawan.

Dua puluh empat kontributor Selepas Napas menceritakan bagaimana keajaiban dimunculkan di panggung. Papermoon Puppet Theatre membuktikan bahwa bahasa boneka adalah bahasa yang universal.

Redaksi Jurnal Ruang mengundang 8 toko buku independen untuk merekomendasikan 5 buku favorit mereka di tahun 2020. Bagi mereka, tidak jadi soal apakah buku itu terbitan terkini, karena buku yang baik tentu datang pada momen yang baik bagi pembacanya.

Seperti kebanyakan masyarakat, kami membuat list album-album terbaik yang rilis di tahun 2020 dan menyortirnya menjadi sepuluh nama. Selamat menikmati.

Kembali lagi bersama kami di SEKILAS edisi November. Kali ini, Anida Bajumi memberikan rekomendasi versinya, menggantikan Tomo Hartono yang berhalangan hadir.

Di tengah pandemi COVID-19, Dhianita Kusuma Pertiwi mengimajinasikan pandemi 100 tahun dari sekarang. Para perempuan "buruh afektif" hadir sebagai sosok dominan. Bagaimana kecanggihan teknologi di masa depan "mengalahkan" pandemi?

Kelebihan dan pesona gagasan buku B. Herry Priyono dalam pembahasannya mengenai korupsi tampak pada rincian semesta pendekatan kontemporer yang dipergunakannya. Dari wilayah filsafat moral ke ilmu sosial dengan pendekatan ekonomi, tata kelola, antropologi, kriminologi, hingga Marxisme.

Di SEKILAS edisi kedua, Tomo dan Yudhis kembali memberikan rekomendasi musik mantap versi mereka yang rilis di bulan Oktober. Kali ini juga dihadiri bintang tamu, Manan Rasudi, yang turut serta meramaikan musik pilihannya.

Gentayangan adalah kisah perjalanan perempuan kosmopolit dengan banyak kemungkinan rute dan kejadian bercampur horor, mitologi, serta berbagai penafsiran baru kisah-kisah petualangan masa kecil. Menggunakan teknik penulisan "pilih sendiri kisahmu", Intan Paramaditha mengajukan pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang hidup kosmopolit di kala batas-batas wilayah semakin kabur.

Madiun dalam Kemelut Sejarah: Priyayi dan Petani di Keresidenan Madiun Abad XIX merupakan karya puncak sejarawan Onghokham. Berangkat dari disertasinya, buku ini menyuguhkan ide-ide menarik Onghokham mengenai pembentukan masyarakat Indonesia hari ini yang didasarkan pada relasi priayi-petani tempo dulu.