Tentang Ruang

Kenalan Dulu

Ruang adalah media tentang seni dan kebudayaan yang berdiri sejak 2016. Sebagai tim hore kebudayaan, kami mempublikasikan konten seputar ekosistem seni-budaya yang tajam tapi tak mengharuskan kamu melipat dahi.

Sejak 2020, Ruang berkomitmen menjadi media independen yang sepenuhnya didanai oleh publik, hasil usaha, dan para pekerjanya sendiri.

Kami percaya dengan cara ini, Ruang dapat terus merayakan kesenian dan kebudayaan tanpa mengabaikan tanggung jawab kami terhadap ekosistem kesenian dan publik.

Sejauh ini, kami membahas ekosistem musik, film, dan buku Indonesia. Namun dalam beberapa tahun ke depan, kami berencana memperluas cakupan pembahasan ke kancah Asia Tenggara.

Ruang memiliki empat program, dan selalu menjajaki kemungkinan mengembangkan program dalam bentuk baru.

  • Esai – Tulisan komprehensif tentang isu-isu tertentu.
  • Dialog– Bincang-bincang dengan kawan-kawan pekerja seni seputar karya, kehidupan, dan proses kreatif.
  • Ulasan – Bedahan karya dari segi teknik dan konsep yang bertujuan untuk mencari kelindan antara seni dan kehidupan sehari-hari.
  • Radio Ruang – Serial bincang santai yang dipandu oleh kawan-kawan dari jaringan siniar Ruang.

Pekerja

Tim Redaksi

Kanal Buku

Abduraafi Andrian – Co-Editor

Penggila karya fiksi populer dengan fantasi sebagai genre favoritnya. Punya blog buku sendiri untuk menuangkan buah pemikiran atas buku yang baru dibacanya. Seorang Libra yang penuh pertimbangan dan tentu saja memesona.

Dewi Kharisma Michellia – Co-Editor

Menulis novel, cerita pendek, dan reportase. Novel debutnya, Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya, terbit pada 2013.

Kanal Musik

Raka Ibrahim – Co-Editor

Pernah melanglang buana di beberapa LSM sebelum mendirikan zine musik Disorder. Tulisannya tentang musik, budaya, politik, dan kesehatan masyarakat dapat ditemukan di Asumsi.co, Pindai, Indoprogress, dan Jakarta Beat. Ia juga pernah menulis buku fiksi.

Anida Bajumi – Co-Editor

Berusaha menyibukkan diri dengan label rekaman independennya, Ordo Nocturno. Emosinya ia salurkan bersama Dental Surf Combat dan Amerta. Terlalu banyak kerabat dekat yang wafat sejak kecil membuat dirinya mengulik budaya kematian. Jika bosan, ia terpaksa menulis. Bisa ditemui di kedai ayam goreng atau kuburan terdekat.

Kanal Film

Permata Adinda – Editor

Senang menulis tentang film sejak bergabung di Kineklub Liga Film Mahasiswa ITB. Kini ia jadi penulis tetap di Asumsi.co untuk meliput berita-berita terkini. Ia juga pernah jadi partisipan workshop kelas kritik Festival Film Dokumenter dan Yamaga International Film Festival. Tulisan-tulisannya juga dapat ditemukan di Cinema Poetica dan Magdalene.co.

Audience Engagement Team

Farhanah – Newsletter Editor

Tinggal di samping Jakarta dan kadang-kadang menulis puisi. Sesekali ngeblog dan membuat podcast soal teknologi. Kini ia bekerja di persilangan digital security & rights, tergabung dalam inisiatif literasi digital dan anak muda, dan menjadi pengurus serikat pekerja industri media dan kreatif, SINDIKASI.

Tomo Hartono – Community Manager, UX Writer

Musisi dan pekerja asal Jakarta. Hidupnya dihabiskan untuk membangun dan mempreteli banyak hal, dari yang kurang penting sampai yang agak penting. Menggubah dan menulis lagu untuk kugiran brangbrengbrong bernama Rekah. Sedang menjajaki penerapan dan pengelolaan ragam ekonomi alternatif lewat Hantu Records.

Annisa Eisermann – Marcomm Manager

Sehari-hari kerjanya mengurus Influencer, Youtuber, dan Musisi Internasional. Punya project a la 88Ris*ng tapi sangat low budget, namanya Beats & Bytes. Weekend sering dapat akses baca buku gratis jadi gadis penjaga toko buku, sayang hatinya kayak batu (based on a poem by anon). Kalau nggak perlu kerja full-time, maunya bikin channel gaming di YouT*be sambil dress up full goth loli dan main kucing 24/7.

Zendika Diasz – Social Media Officer

Dulunya kutu buku, jendela atensi yang semakin menyempit seiring bertambah usia membuatnya menjadi pengguna laten sosial media. Akun yang dia Mimin-i meliputi bidang media & literasi (Jurnal Ruang, Gramedia.com), komunitas seni (JakartaPAC, Musikal Belakang Panggung) hingga K-Beauty (MySkinKu). Nggak usah follow akun pribadinya, isinya cuman shitpost SJW dan astrologi doang.

Argia Adhidhanendra – Content Manager

Dikenal sebagai individu dibalik kolektif noisewhore yang lebih dikenal sebagai promotor band bule level menengah. Sering menulis atau mengeluh tentang industri musik di kehidupan sehari-harinya. Dapat ditemui menulis atau ngomel di kanal-kanalnya sendiri, seperti Jurnal Ruang atau noisewhore. Senin sampai Jumat biasanya fokus menjadi pegawai swasta yang baik.

Salsabila Ramadhani Sutantio – Product Manager

Seorang lulusan psikologi yang gemar mengobservasi cara manusia mengapresiasi seni, budaya, dan hal-hal penting yang membentuknya. Merangkum sekian identitas dan gaya hidup hingga akhirnya bersikeras untuk mewujudkan slow living dalam kehidupan sehari-hari. Bercita-cita untuk menggabungkan teknologi dan budaya guna memberi pengalaman yang berkesan lewat human centered design. Kini sibuk bekerja mengembangkan produk berbasis teknologi di sebuah perusahaan swasta sambil diam-diam mengulik konten-konten budaya di pojokan.

Danang Joewono – Web Developer

Penggemar musik dari kecil, memiliki aspirasi untuk berhasil di revolusi industri kali ini dengan terlibat dalam gelombang start up terbaru, namun belum benar-benar kehilangan harga dirinya karena kadang masih bisa ditemui memandu siniar noisewhore, NWFM dan menulis di kanal yang sama.

Lisensi

Konten-konten tulisan di Ruang dapat dipublikasikan kembali dengan ketentuan berikut:

Essay dan Review

Hanya dapat dipublikasikan ulang berdasarkan perjanjian. Kalian bisa menghubungi Sasha di halo.ruang@gmail.com untuk pembicaraan lebih lanjut.

Publikasi ulang sebagian sampai dengan 250 kata untuk tujuan kritik atau analisis diperbolehkan selama mencantumkan sumber.

Dialog

Hanya dapat dipublikasikan ulang berdasarkan perjanjian dengan pihak Ruang dan narasumber terkait. Kalian bisa menghubungi Sasha di halo.ruang@gmail.com untuk pembicaraan lebih lanjut.

Publikasi ulang sebagian sampai dengan 250 kata untuk tujuan kritik atau analisis diperbolehkan selama mencantumkan sumber.

Penggunaan Lainnya

Konten-konten Ruang dapat digunakan untuk tujuan-tujuan lain seperti pendidikan, kritik, atau analisis selama mengikuti kaidah fair use

Sebagai contoh: memberikan tautan atau mencetak salah satu tulisan Ruang untuk bahan belajar mengajar di satu pertemuan tentu diperbolehkan, sementara memperjualbelikan tulisan-tulisan Ruang sebagai bagian dari kumpulan teks pengantar suatu kelas tentu membutuhkan suatu bentuk perjanjian dengan kami.

Masih bingung? Langsung saja hubungi
halo.ruang@gmail.com (Sasha)